Pelatihan Digital Storytelling Bagi Guru Taman Posyandu di Kecamatan Purwoasri Kediri Untuk Meningkatkan Kemampuan Bilingual Anak Usia Dini
DOI:
https://doi.org/10.55506/arch.v5i2.276Keywords:
Teknik Digital Storytelling, Guru Taman Posyandu, Kemampuan Bilingual, Anak Usia DiniAbstract
Latar Belakang: Program ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemanfaatan media digital dalam kegiatan bercerita, sehingga stimulasi bahasa kedua pada anak belum berkembang secara optimal. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendorong guru lebih kreatif dalam mengajarkan dua bahasa secara seimbang melalui teknik digital storytelling bagi guru Taman Posyandu dalam meningkatkan kemampuan bilingual anak usia dini. Metode: Metode kegiatan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kompetensi, kepercayaan diri, dan motivasi guru Taman Posyandu dalam menerapkan teknik digital storytelling bilingual sebagai strategi pembelajaran bahasa anak usia dini. Kesimpulan: Penggunaan teknik digital storytelling bilingual memberikan efek positif bagi peningkatan kompetensi guru Taman Posyandu dalam meningkatkan kemampuan bilingual anak usia dini.
Downloads
References
Afandi, A., Laily, N., Wahyudi, N., Umam, M. H., Kambau, R. A., Rahman, S. A., Sudirman, M., Kadir, N. A., Junaid, S., & Nur, S. (2022). Metodologi Pengabdian Masyarakat (A. Suwendi, Basir, & J. Wahyudi (eds.)). Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI.
Amelia, D., Qathrunnada, N., Arafah, B., & Pendidikan, J. (2024). Variabel yang Memengaruhi Kemampuan Literasi Membaca Siswa Indonesia : Analisis Berdasarkan Pendekatan MARS Variables Affecting Reading Literacy Ability of Indonesian Students : An Analysis Using the MARS Approach. 9, 9–12. https://doi.org/10.24832/jpnk.v9i2.4966 DOI: https://doi.org/10.24832/jpnk.v9i2.4966
Anggalia, A., & Karmila, M. (2014). Upaya Meningkatkan Kemampuan Bahasa Ekspresif Anak Dengan Menggunakan Media Boneka Tangan Muca (Moving Mouth Puppet ) Pada Kelompok a Tk Kemala Bhayangkari 01 Semarang. Paudia, 3(2), 133–159. http://journal.upgris.ac.id/index.php/paudia/article/view/509/462
Awaliyah, A. N. (2024). Pengaruh Penggunaan Metode Bercerita untuk Membantu Siswa Sekolah Dasar Memperluas Kosakata Bahasa Inggris. 6(2), 1344–1352.
Junior, O. T. N., Remild, E., & Daar, G. F. (2025). Penggunaan Storytelling Techniques Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Siswa Kelas Viii Smpn 6 Langke Rembong. Jurnal Pengabdian Kolaborasi Dan Inovasi IPTEKS, 3(3), 687–693. https://doi.org/10.59407/jpki2.v3i3.2460 DOI: https://doi.org/10.59407/jpki2.v3i3.2460
Kara, K., & Eveyik-Aydın, E. (2019). Effects of TPRS on Very Young Learners’ Vocabulary Acquisition. Advances in Language and Literary Studies, 10(1), 135. https://doi.org/10.7575/aiac.alls.v.10n.1p.135 DOI: https://doi.org/10.7575/aiac.alls.v.10n.1p.135
Khissoga, R. H. (2022). Pelatihan Penggunaan Buku Cerita Anak Dwibahasa Untuk Meningkatkan Kualitas Pengajaran Bahasa Inggris Dasar (Studi Kasus Di Ra. Al-Hidayah 1 Pokaan Situbondo) Training on the Use of Bilingual Children’S Stories To Improve the Quality of Teaching Basic Eng. Jurnal Pengabdian, 1(2), 205–216.
Lichtman, K. (n.d.). Teaching Proficiency Through Reading and Storytelling (TPRS): An Input-Based Approach to Second Language Instruction. In Teaching Proficiency through Reading and Storytelling: An Input-Based Approach to Second Language Instruction. Routledge. https://doi.org/https://doi.org/10.4324/9781315208022 DOI: https://doi.org/10.4324/9781315208022
Nufus, B., Awwaliah, R., Rahmah, S. A., & Raisya, G. F. (2025). Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Anak melalui Kegiatan Membacakan Cerita Pendek di Depan Kelas. Archive, 5(1), 32–39. DOI: https://doi.org/10.55506/arch.v5i1.195
Puspawati, I. (2021). Penggunaan Metode Tpr Storytelling Untuk Mengajarkan Kosakata Bahasa Inggris. Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat, 2017, 269–274. https://doi.org/10.18196/ppm.32.205 DOI: https://doi.org/10.18196/ppm.32.205
Rahmadani, W., Nasral, N., Apriniarti, M. S., & Fitriani, A. (2022). PENTINGNYA MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA SMP NEGERI 21 DENGAN BELAJAR PUBLIC SPEAKING DI KELURAHAN PANORAMA KECAMATAN SINGARANPATI KOTA BENGKULU. 104–113.
Rizal, S. (2021). Improving Students’ English Writing Skill Through Storytelling Technique. Jurnal Penelitian Tarbawi, 6(1), 45–57. https://doi.org/10.37216/tarbawi.v6i1.401 DOI: https://doi.org/10.37216/tarbawi.v6i1.401
Solichah, N., & Hidayah, R. (2022). Digital storytelling untuk kemampuan bahasa anak. Jurnal Intervensi Psikologi, 14(2), 129–140. DOI: https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol14.iss2.art5
Suerni, S., & Nasution, A. S. (2025). Meningkatkan Kualitas Literasi Anak melalui Program Membaca Buku Cerita dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di Perpustakaan Desa Rantauprapat. Jurnal Abdimas Ika Bina, 1(1), 1–7.
Syahrial, S., Asria, A., Sabil, H., Kurniawan, D. A., Perdana, R., & Kiska, N. D. (2022). Development of E-Module Based on the Traditional Puyuh Game on the Cooperation Character and the Tolerance of Elementary School Students. Journal of Innovation in Educational and Cultural Research, 3(3), 478–486. https://doi.org/10.46843/jiecr.v3i3.154 DOI: https://doi.org/10.46843/jiecr.v3i3.154
Tumanggor, R. A. (2024). Penerapan Metode Story telling untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris pada Siswa Kelas VIII. Journal of Innovative and Creativity (JOECY), 4(1), 10–18. DOI: https://doi.org/10.31004/joecy.v4i1.62
Yuningsih, N. Y., Salsabila, S., & Yulianti, S. (2025). Pendekatan Kelembagaan : Upaya Pemerintah Indonesia Dalam Meningkatkan Literasi. Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi, 13(1), 19–38. DOI: https://doi.org/10.34010/q6s43p88
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Febriana Kurniawati, Umi Risatul Firdaus, Fina Lutvica Umaroh, Binti Su’aidah Hanur

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Hak cipta atas artikel apa pun dipegang oleh penulisnya.
2. Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
3. Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
4. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.
5. Artikel dan materi terkait yang diterbitkan didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0



