Edukasi DAGUSIBU untuk Meningkatkan Pengetahuan Kader PKK tentang Penggunaan Obat Rasional di Dusun Temu, Desa Sitirejo
DOI:
https://doi.org/10.55506/arch.v6i1.323Keywords:
DAGUSIBU, Penyuluhan Kesehatan, Pengetahuan, Swamedikasi, Penggunaan Obat RasionalAbstract
Latar Belakang: Minimnya pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan obat yang benar menjadi penyebab tingginya praktik swamedikasi yang tidak rasional. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat Dusun Temu, Desa Sitirejo tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar). Metode: Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan dengan pendekatan pre-experimental one group pretest-posttest design kepada 32 peserta. Penyampaian materi menggunakan media leaflet dan PowerPoint disertai diskusi dan tanya jawab. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan, dibuktikan dengan kenaikan persentase peserta berkategori sangat baik dari 46,88% pada pretest menjadi 96,88% pada posttest. Kesimpulan: Penyuluhan DAGUSIBU efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan obat secara mandiri dan perlu dilaksanakan secara berkelanjutan.
Downloads
References
Amalia, G. R., Lestari, N. L. M., Wulandari, A., Hasibuan, A. A. M., Safitri, S. I., & Moliga, S. (2025). Pengaruh Pemberian Edukasi Terhadap Pengetahuan Masyarakat Tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang) Obat di Desa Kutasari. Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia, 2(2), 228–233.
Danduru, D., & Zamli, Z. (2025). Penyuluhan Pengelolaan Obat di Rumah Tangga melalui DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat dengan Baik dan Benar. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(6 SE-Articles), 2697–2704. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i6.2802
Fadhilah, A. N., Simanjuntak, B. Y., & Haya, M. (2022). Kajian Literatur : Studi Intervensi Media Edukasi Visual dan Audiovisual terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Anemia di Negara Berkembang A Literature Review : Intervention Studi Visual and Audio-visual Educational Media to Increase Adolescent. 6(1). https://doi.org/10.20473/amnt.v6i1.2022.91-99
Harimurti, S., Wibowo, A. E., Utami, P., Nurul Maziyyah, Novita, Z. D., Fatmah, A., & Pasha, T. F. D. H. A. R. (2022). Rationalization of drug use with DAGUSIBU: Strengthening understanding for TP-PKK. Community Empowerment, 7(9 SE-Articles), 1500–1508. https://doi.org/10.31603/ce.7861
Hikmah, S. N., & Mukti, Y. A. (2026). Edukasi Penggunaan Obat Rasional dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada Kegiatan World Pharmacist Day di Kabupaten Bario Kuala. Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia, 3(1 SE-Artikel), 60–63. https://doi.org/10.63004/jpmwpc.v3i1.948
Mairani, F., Suryani, M., Sirait, C. E., & Sinaga, J. (2025). Edukasi DAGUSIBU obat yang baik dan benar. Mejuajua: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 5(1), 186–192.
Mardiyanti, D., & Fuadatus Zurroh, A. H. (2023). Penyuluhan (DAGUSIBU) Obat sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Siswa Kelas XII di SMA Negeri 2 Demak. INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE), 5(2 SE-Articles), 128–132. https://doi.org/10.35473/ijce.v5i2.2617
Mulyono, H., & Wekke, I. S. (2018). Strategi pembelajaran di abad digital.
Mutmainah, N., Jannah, P. N. M., & Vieda, Z. T. (2022). Pengetahuan, Sikap dan Perilaku DAGUSIBU Obat pada Kader PKK. Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia; Vol 19, No 2 (2022). https://doi.org/10.23917/pharmacon.v19i2.20859
Pratiwi, D., & Annisa, N. (2024). The Effect of Dagusibu (Get, Save, Use and Dispose of Medicine) Education in Increasing The Knowledge of Cadres Empowering Family Welfare (PKK) in Pematang Ibul Village, Rokan Hilir District. JURNAL PROTEKSI KESEHATAN, 13(2), 252–261. https://doi.org/10.36929/jpk.v13i2.955
Pratiwi, H., Warsinah, & Choironi, N. amalia. (2017). Pengaruh edukasi apoteker terhadap pengetahuan dan sikap masyarakat terkait teknik penggunaan obat. Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi, 5(2 SE-Articles), 44–49. https://doi.org/10.26874/kjif.v5i2.107
Rahmatulloh, W., Ainni, A. N., Miyarso, C., & Agustina, R. (2024). Peningkatan Pengetahuan Tentang DAGUSIBU pada Kader Kesehatan Desa di Desa Pagebangan , Kecamatan Karanggayam. 2(September), 186–194.
Rahmatulloh, W., Ristiyorini, I., Kusumaningsih, W. S., Ainni, A. N., & Zakhroh, S. A. (2025). Patient adherence and diabetes distress on glycemic outcomes: a cross-sectional study. MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan, 23(1), 1–4. https://doi.org/10.30595/medisains.v23i1.23773
Ramadhiani, A. R., Paradilawati, C. Y., & Widyasari. (2023). Pengaruh Pemberian Edukasi Terhadap Pengetahuan Masyarakat Tentang Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang. 19(1), 48–54. https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v19i1.73424
Rikomah, S. E., Lestari, G., & Agustin, N. (2020). Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang Dagusibu Obat di Kelurahan Tanah Patah Kota Bengkulu. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 9(2 SE-Articles), 51–55. https://doi.org/10.51887/jpfi.v9i2.851
Thahir, Z., Basir, H., Djajanti, A. D., Tahir, M., Hamka, Z., & Ramadani, A. (2022). Upaya Peningkatan Pengetahuan Tentang Penggunaan Obat Yang Rasional Melalui Penyuluhan Dagusibu, Konseling Obat Dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Jurnal Pengabdian Kefarmasian, 3(2).
Wardani, A., Fauziyah, F., Habibty, H. L., Dahlia, D., Ramadhani, S. P., Sari, A. J., Meisa, A., Hilmy, M., Zamzam, M. Y., & Firmansyah, D. (2025). Sosialisasi Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat Dengan Benar pada PKK Desa Losari Kidul. Jurnal SOLMA, 14(1 SE-Articles), 321–327. https://doi.org/10.22236/solma.v14i1.18268
Zulbayu, L. O. M. A. N. H. N. N. H. A. R. J. (2021). Edukasi DAGUSIBU ( Dapatkan , Gunakan , Simpan dan Buang ) Obat di DAGUSIBU Education ( Get , Use , Save and Dispose ) Medicines in Puasana Village , North Moramo District , South Konawe Regency. 2(2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Febriana Lestari , Wahyu Rahmatulloh, Sugeng Supriyanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
1. Hak cipta atas artikel apa pun dipegang oleh penulisnya.
2. Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
3. Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
4. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.
5. Artikel dan materi terkait yang diterbitkan didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0



