Kebijakan Kecerdasan Buatan (AI)

Penggunaan Large Language Models (LLM) dan Kecerdasan Buatan Generatif dalam Penyusunan Naskah

Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat mengakui manfaat penggunaan Large Language Models (LLM), seperti ChatGPT, dan perangkat kecerdasan buatan (AI) generatif sebagai alat bantu untuk meningkatkan produktivitas penulis dalam penyusunan naskah ilmiah. Teknologi tersebut dapat membantu dalam menghasilkan ide, menyusun struktur tulisan, merangkum informasi, memperbaiki bahasa, serta meningkatkan kejelasan penyampaian gagasan.

Namun, perlu dipahami bahwa teknologi ini memiliki keterbatasan dan tidak dapat sepenuhnya menggantikan kreativitas, penalaran kritis, serta pertimbangan ilmiah manusia. Keterlibatan manusia tetap diperlukan untuk memastikan keakuratan, relevansi, dan kelayakan isi naskah yang disampaikan kepada pembaca.

Oleh karena itu, Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat menetapkan ketentuan berikut bagi penulis yang menggunakan LLM dan perangkat AI generatif dalam penyusunan naskah.

1. Keterbatasan Penggunaan AI Generatif

Penulis harus memahami dan memperhatikan keterbatasan teknologi AI generatif, yang meliputi:

  1. Potensi Bias: Teks yang dihasilkan oleh LLM dapat mengandung bias atau mereproduksi konten yang telah dipublikasikan sebelumnya, termasuk bias terkait ras, gender, dan kelompok sosial tertentu. Perspektif kelompok minoritas juga berpotensi kurang terwakili. Penggunaan AI tanpa evaluasi kritis dapat memperkuat bias tersebut.

  2. Keakuratan Informasi: LLM dapat menghasilkan informasi yang keliru atau menyesatkan, terutama ketika menangani topik yang kompleks, ambigu, atau berada di luar cakupan pengetahuan model. Teks yang terlihat meyakinkan secara bahasa belum tentu benar secara ilmiah. LLM juga dapat menghasilkan fakta, data, atau referensi yang tidak valid serta memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi terbaru.

  3. Pemahaman Kontekstual: LLM dapat mengalami kesulitan dalam memahami ungkapan idiomatik, sarkasme, humor, metafora, dan konteks budaya tertentu sehingga berpotensi menghasilkan interpretasi yang tidak tepat.

  4. Keterbatasan Data Pelatihan: Kinerja LLM bergantung pada ketersediaan dan kualitas data pelatihan. Keterbatasan data dalam bidang ilmu atau bahasa tertentu dapat memengaruhi ketepatan dan kualitas keluaran yang dihasilkan.

2. Pedoman bagi Penulis

Penulis yang menggunakan LLM atau perangkat AI generatif dalam penyusunan naskah wajib memperhatikan ketentuan berikut:

  1. Mengungkapkan secara jelas penggunaan LLM atau perangkat AI generatif dalam naskah, termasuk nama perangkat atau layanan yang digunakan serta tujuan penggunaannya. Informasi tersebut dapat dicantumkan pada bagian metode atau ucapan terima kasih, sesuai dengan konteks penggunaannya.

  2. Memverifikasi keakuratan, validitas, dan relevansi informasi yang dihasilkan oleh AI, termasuk data, interpretasi, pernyataan ilmiah, dan kutipan, serta memperbaiki setiap kesalahan atau ketidakkonsistenan yang ditemukan.

  3. Memastikan seluruh sumber dan referensi yang digunakan dapat diverifikasi melalui sumber aslinya. Penulis bertanggung jawab atas keakuratan seluruh sitasi dan daftar pustaka, termasuk referensi yang diperoleh dengan bantuan AI.

  4. Menghindari plagiarisme dengan memeriksa kemungkinan reproduksi teks yang substansial dari sumber lain oleh AI serta melakukan pemeriksaan silang terhadap sumber aslinya.

  5. Mempertimbangkan keterbatasan AI, termasuk potensi bias, ketidakakuratan, dan kesenjangan pengetahuan, serta menjelaskan keterbatasan tersebut dalam naskah apabila relevan dengan penelitian.

3. Pernyataan Penggunaan AI dalam Penyusunan Naskah

Penulis yang menggunakan AI generatif untuk membantu menghasilkan atau mengembangkan konten substantif dalam naskah wajib menyertakan pernyataan penggunaan AI pada bagian akhir naskah utama, sebelum bagian Referensi, dengan judul:

“Deklarasi Penggunaan AI dan Teknologi Berbantuan AI dalam Proses Penulisan”

Penulis dapat menggunakan format pernyataan berikut:

“Selama penyusunan karya ini, penulis menggunakan [NAMA PERANGKAT/LAYANAN] untuk [TUJUAN PENGGUNAAN]. Setelah menggunakan perangkat/layanan tersebut, penulis telah meninjau dan menyunting konten sesuai kebutuhan serta bertanggung jawab penuh atas seluruh isi publikasi.”

Pernyataan ini tidak diwajibkan untuk penggunaan perangkat dasar yang hanya berfungsi memeriksa tata bahasa, ejaan, tanda baca, atau referensi. Apabila penulis tidak menggunakan perangkat AI generatif dalam penyusunan naskah, pernyataan tersebut tidak perlu dicantumkan.

4. AI Tidak Dapat Dicantumkan sebagai Penulis

Perangkat kecerdasan buatan, termasuk ChatGPT dan LLM lainnya, tidak memenuhi syarat untuk dicantumkan sebagai penulis atau penulis bersama (co-author) dalam naskah yang dikirimkan ke Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.

Seluruh penulis manusia tetap bertanggung jawab atas orisinalitas, keakuratan, integritas, dan isi ilmiah naskah yang dipublikasikan.

5. Tanggung Jawab Editor dan Reviewer

Editor dan reviewer bertanggung jawab untuk menilai kesesuaian penggunaan AI dalam naskah yang ditangani, sesuai dengan peran dan kewenangan masing-masing. Mereka perlu memperhatikan keakuratan, validitas, integritas ilmiah, dan kepatuhan terhadap kebijakan jurnal.

Penggunaan AI dalam proses editorial dan penelaahan sejawat juga harus mempertimbangkan kerahasiaan naskah, perlindungan data, serta independensi keputusan editorial. Naskah yang belum dipublikasikan tidak boleh dimasukkan ke dalam perangkat AI yang dapat membahayakan kerahasiaan atau hak penulis.

6. Penggunaan AI yang Tidak Diungkapkan

Apabila setelah publikasi ditemukan penggunaan AI yang seharusnya diungkapkan tetapi tidak dinyatakan oleh penulis, jurnal dapat melakukan evaluasi sesuai dengan kebijakan editorial dan etika publikasi yang berlaku. Tindakan korektif yang sesuai dapat diterapkan berdasarkan tingkat pelanggaran, dampaknya terhadap integritas ilmiah, serta pedoman etika publikasi yang relevan.

7. Referensi dan Pedoman Etika

Dalam menerapkan kebijakan ini, Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat mengacu pada pedoman dan rekomendasi terkait penggunaan AI dalam publikasi ilmiah, antara lain:

8. Peninjauan dan Pembaruan Kebijakan

Kebijakan ini dapat ditinjau dan diperbarui secara berkala seiring dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan, perubahan pedoman etika publikasi, serta rekomendasi dari organisasi terkait. Penulis, editor, dan reviewer diharapkan untuk selalu merujuk pada kebijakan terbaru yang dipublikasikan melalui situs resmi Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat.